SEBUAH KISAH:
Intan anak penurut pada kedua orang tuanya dan rajin beribadah. Hidup dalam keluarga yang berkecukupan. Ketika remaja Intan mengalami berbagai pengalaman pedih dalam hidupnya.
Awal penderitaannya adalah ketika ayah yang disayang dan dibanggakannya meninggal dunia. Intan merasa terpukul dan kehilangan.
Intan sangat berhati-hati dalam bergaul dan taat beribadah. Namun suatu ketika sahabatnya sendiri mengkhianatinya. Intan diperkosa karena Intan menolak cinta sahabatnya. Sejak kejadian itu Intan menjadi gadis yang rapuh dan kehilangan arah. Hari-haripun di lalui Intan dan kejadian-kejadian pahitpun terus menerpa. Akhirnya Intan mulai tidak percaya pada orang-orang disekitarnya karena Intan menganggap hubungan dengan orang lain hanya membuat petaka dan kecewa.
Intan mulai bercerita tentang kisah dukanya pada minuman keras, karena dengan itu ia menganggap pikitrn akan tenang. Parahnya lagi Intan yang dulu taat beribadah setelah menemukan kejadian demi kejadian pahit walau rajin beribadah akhirnya Intan mulai menjauh dari Tuhan. Bahkan meragukan keberadaan Tuhan. Begitu rapuhnya Intan sehingga Imannya pun rapuh.
Suatu ketika Intan yang selama ini meragukan kebaikan laki-laki karena trauma yang dalam. Namun akhirnya Intan tak bisa lagi mengelak kalau Intan dan laki-laki itu saling mencintai.
Intan mulai berfikir bahwa rasa cintanya yang selama ini berusaha ia abaikan karena trauma
kini ia tidak bisa mengelak.
Siapakah pemberi rasa cinta ini?
Kenapa rasa cinta ini datang?
Kemudian Intanpun bertemu dengan seorang bocah pengamen. Dan setelah menerima uang dari Intan. Bocah itu mengangkat tangannya dan berkata:
"Tuhan, terimakasih telah kau datangkan rizki'Mu lewat hamba'Mu yang kau pilih, sehingga aku dapat mengganjal perutku yang lapar."
Intan menangis iba melihat tingkah laku bocah itu. Intan tersadar bahwa ia telah salah jalan selama ini.
Dari kisah Intan tentu kita bisa menjadikan cermin bahwa:
Manusia tidak bisa lepas berhubungan dengan manusia,
apalagi dengan Sang Pencipta/Tuhan.
A. Suka ataupun tidak suka. Tetap ada orang lain di kehidupan kita. Kita tidak dapat mencapai kesuksesan tanpa memperhitungkan orang lain.
B. Tuhan Yang Maha Segalanya yang telah menciptakan Langit dan Bumi beserta isinya yang tak terhingga. Manusia akan benar-benar berada dalam kerugian besar jika tidak beriman kepada Tuhan.
Tuhan menciptakan manusia dari segumpal darah.
Tuhan tiada meninggalkan kita dan tiada membenci kita.
karena Dia amat penyayang, pemberi, pelindung.
Sesungguhnya orang-orang yang selalu dekat dan bertaqwa pada Tuhan
akan selalu mendapatkan kemenangan.
Suatu hari aku berjalan di pantai bersama Tuhan.
Pada setiap episode perjalanananku yang penuh dengan anugrah yang diberikanNya untukku.
Ku lihat dua pasang jejak kaki di hamparan pasir di pantai. Sepasang jejak kakiku dan sepasang lagi jejak kaki Tuhan.
Tetapi....
Ketika episode kelam dalam kehidupanku, aku melihat hanya ada sepasang jejak kaki saja di pasir pantai.Tuhan telah meninggalkanku....Lalu aku bertanya kepada Tuhan: "Tuhan, mengapa kau meninggalkanku di saat aku sangat membutuhkanmu!"
Kata Tuhan :
"Kau begitu istimewa. Aku tak pernah meninggalkanmu di kala kekelaman melanda hari-harimu. Jika kau hanya melihat sepasang jejak kaki saja di pantai...itu karena Aku menggendongmu!"
0 komentar:
Posting Komentar