Nyi Mas Rd Ade Titin Saskia Darmawan, terlahir di Bandung 31 Oktober 1981.Yang kesehariannya disibukkan sebagai Konsultan Akutansi ini tak luput menulis di sela-sela waktu luangnya, menulis cerpen, puisi yang sudah menjadi kebiasaann sejak bersekolah dulu. Selain sebagai Konsultan Akutansi di Biro Konsultan dan Interior Designt Nusa C di Denpasar Bali. Pernah bekerja di Jepang sebagai Konsultan Akutansi di Kawamoto Kenshushei. Pernah menjadi penyiar di beberapa radio swasta di Bali, menjadi MC dan nyanyi di beberapa acara yang masih digelutinya hingga kini.

Tahun 2006 Bersama Bapak Puspayoga, Tata Rama Production dan Koran Bali menggelar Acara Lomba Baca Puisi Piala Wali Kota Denpasar tingkat SD, SMP,SMA dan Umum yang diikuti oleh 900 peserta.

Kehidupan pewartaan yang pernah dijalaninya:
Mengasuh Sastra dan Budaya di Koran Bali, Koran Patroli Pos, Koran Patroli Nusantara, Majalah Amertha, Majalah Stamina, Redaktur Majalah Ekspresi, Majalah Mesra Jogjakarta, Majalah Suluh, Lumbung Puisi Sastrawan Indonesia. Bali Pos.
Berkesenian masih digelutinya hingga kini dari bernyanyi hingga berteater,

Buku Yang Sudah Terbit :
- Antologi Puisi Bersama 50 Penyair Nusantara "Negeri Sembian Matahari"
- Antologi Puisi Sendiri "Aksara Jiwa"
- Antologi Puisi Sastrawan Indonesia 2014
- Antologi Puisi Bersama 10 Penyair Bali "Irama Tanah Air"

Buku Yang Akan Diterbitkan :
- Antologi Puisi Bersama 20 Penyair Nusantara "Karena Itu Engkau Kusebut Ibu"
- Antologi Bersama 15 Penyair Nusantara "Dialog Ruang" Antologi Puisi Bersama Fanny Jonathan Poyks "Dua Sisi"
- Antologi Puisi Bersama David Darmawan Siswandi "Rendezvous"
- Antologi Puisi Sendir "Aku Dan Kehadiranmu"
- Antologi Puisi Sendiri "Bianglala Kehidupan"



Email : adetitinsaskia@hotmail.com

Mengapa Rokok Membuat Wanita Tidak Cantik ?


(By: Neng Titin)

Tubuh, kulit dan rambut rawan terhadap dampak buruk rokok. Mengapa rela mempertaruhkan penunjang kecantikannya dan gengsi semu yang diberikan racun asap tembakau ?

Apakah Anda seorang wanita dan merokok ? Sebagai wanita, pastilah Anda termasuk mahluk yang senantiasa suka mempercantik diri dan berdandan. Kecenderungan alamiah ini adalah warisan turun temurun nenek moyang sejak dulu. Tetapi di sisi lain sebagai perokok, Anda sudah secara sengaja merusak upaya Anda memelihara kecantikan. Kalau melihat kecenderungan di dunia, di satu sisi makin banyak wanita yang berusaha mati-matian tampil lebih cantik. Mereka rela menghabiskan waktu untuk berdandan agar tampil lebih gaya. Rela menghabiskan waktu untuk berdandan agar tampil lebih gaya. Mereka rela membelanjakan banyak uang untuk membeli kosmetika. Rela menempuh resiko bahaya bedah kosmetika. Semua itu demi penampilan yang lebih baik dan tetap awet muda. Tapi di sisi lain, jumlah wanita yang merokok pun makin banyak saja. Ini ironis kan ?

Sebelum melihat bagaimana rokok dapat merusak kecantikan Anda, mungkin sebaiknya simak sejarah, situasi dan penjelasan mengapa wanita merokok.

Dulu, pada tahun empat puluhan, ketika trend menggiring orang menggunakan kosmetika, bibir dicat, alis melengkung, dunia panggung dan hiburan diramaikan oleh iklan-iklan atau gambar di media massa yang memajang wanita cantik sedang merokok dengan berbagai gaya. Ada Marylyn Monroe, Eva Gardner dan Kim Novak. Sekarang, wanita cantik dan populer yang merokok sudah jarang terlihat. Kenapa ?

Di negara maju seperti Amerika, kampanye anti merokok sangat gencar dilakukan. Banyak orang penting jadi malu bila kelihatan merokok. Di sana merokok tinggal jadi kebiasaan kaum kelas bawah yang kurang terdidik. Gengsi merokok menurun sejalan dengan berkurangnya jumlah perokok. Tetapi penurunan lebih banyak terjadi di kalangan kaum pria dibanding wanita.

Soal makin banyaknya wanita merokok ini, menurut seorang ahli antropologi medis dari University Of Colorado, Boulder, Lucya C. Cargill, BSN, RN, MA adalah karena makin banyak wanita yang merasa bebas dan dibolehkan merokok. Menurut antropolog medis yang sudah meneliti perokok wanita di Amerika ini, puluhan tahun lalu, merokok merupakan kebiasaan di kalangan pria. Kini ketika kedudukan wanita dan pria sama, wanita merasa berhak melakukan kebiasaan pria yang satu ini.

Bagaimana dengan di Indonesia ? Jumlah perokok memang masih lebih banyak di kalangan pria (60 % pria merokok) dan wanita yang merokok 10 % .

Sebelumnya dari survei yang dilakukan Survei Kesehatan Rumah Tangga 1980 diperoleh, pria perokok 46,4 % dan di kalangan wanita hanya 2,4 %.

Tanpa membedakan gender, rokok disukai manusia karena berbagai alasan. Ada yang menyukai rasa dan aromanya, ada yang hanya merasa suka dengan ritual ketika mulai menyalakan, memegang dan menghembuskan asapnya. Ada dua hal yang sering dijadikan alasan untuk meneruskan kebiasaan merokok. Pertama, merokok memberikan perasaan tenang atau mengendurkan syaraf yang tegang. Kedua, merokok bertindak sebagai stimulan untuk memulai suatu pekerjaan. Kedua reaksi tubuh itu disebabkan ulah nikotin yang selanjutnya menimbulkan ketergantungan. Tapi ketergantungan terhadap rokok bisa bersifat psikologis dam fisilogis. Secara psikologis, ketergantungan terjadi karena ada orang yang merokok untuk keperluan sosial, misalnya untuk memudahkan bergaul.

Sholat Tarawih

Di bawah kubah
banyak orang menjinjing sajadah
ada yang memakai mukenah
kaki-kaki telanjang

Gaung suara adzan memecah malam
Hening. bibir-bibir membisu.
Tak ada suara menyambut 
wajah di muka mimbar

Aku tertunduk membayang dosa
terpaku pidato Sang Mubaligh
mengetuk dalam dinding hati
Keras. Bagai batu-batu neraka menyiram malam legam

Angan terendam dalam kabut
antara neraka dan surga
antara diri dan kehidupan
antara tabah dan kehancuran

Ketika Sholat Tarawih berakhir
tangan-tangan bersalaman
undag-undag kuturuni
aku tercenung di muka masjid
wajahku pun pucat. Aku berkata dalam hati:
"Oh ke mana alas kakiku?"
Aku pun pulang dengan kaki telanjang


About Love



Love so much my heart is sure. As time goes on I love you more, Your happy smile. Your loving face No1 will ever take your place

I believe that God above created u for me to luv. He picked you out from all the rest cos he knew id luv you the best!

There was an headcount of angels in heaven, pandemonium strucked discoverin dat an angel is missin, pls call heaven & tell dem ure safe wit me, my sweet angel

As I lie awake in my bed. All sorts of thought run through my head, Like why do I love u as much as I do. den I realise its because u r u!

I have liked many but loved very few. yet no-one has been as sweet as u. I'd stand and wait in the worlds longest queue. just for the pleasure of a moment with u.

Sweet as a rose bud bright as a star cute as a kitten thats what u are. bundles of joy sunshine and fun you are everything i luv all rolled into 1.

Kepergianmu



Biarlah angin mendesau perlahan
bersama malam pekat
                         wajah duka
semburat luka mematri
                         beku dan mati

kemudian, disana
bendera hitam setengah tiang melambai
menyambut tangis. Duka wanita muda
tanah merah bertabur kembang-kembang

Lubang syuhada
membenammu. Tak kembali
jiwa penyerahan
gapaian lemah. sedu sean wanita belia
melepas kepergian kekasihnya.

Kehadiranmu



Puisi Persembahan buat kekasihku

Setiap kali engkau hadirkan rinduku
Bersama kasih sayangmu
Engkaupun sembunyikan aku
Dalam cintamu

Aku yang mimpi dan cinta
Kaulah petualang di jalan asmaraku
Bukan permata, intan memandikan bintang
Hanya engkau yang berjalan di depanku

Matahari rindukan sinar
Rembulan mendatangkan panas
Kemarau panjang…….
Nuansa bening kidungkan tembang

Kau berjalan di atas asmaraku
Lengkungkan garis, lebarkan ladang
Adakah citra dan bilanganmu
Melangkahlah hanya untukku

Mentari pagi hantarkan bayanganmu
Di sela tidurku kutanyakan kamu
Kekasihku dalam kedamaian
Biarlah kita pungut kebahagiaan berdua


Bayang Purba


KUKECAP MANIS KATA PUISI
PADA BULAN YANG BERSEMBUNYI PENUH KERAGUAN
DI SELA PERCA-PERCA SISA JAHITAN SUTRA
DALAM MALAM YANG BEKU MATI

AKU MASIH INGAT KETIKA BINTANG MENYAPA
MUSIMPUN TLAH BERKALI-KALI BERGANTI
NAMUN HARI ITU BARU KEMARIN
HARI DIMANA DUKA MEMBELIT BAYU

PESTA YANG TELAH BERAKHIR
ADA AKU DALAM ARUS SANGKALA
YANG MENUTUP PINTU CINTA
DENGAN TANGAN GEMETAR BERHARAP
MENGUSIR MALAM GULITA

PESTA YANG TELAH BERAKHIR
ADA AKU YANG TAK BERHENTI
MENCARI DAN MENITI KEDAMAIAN
MERATAPI KEPEDIHAN

BAYU PERTIWI AKASA
KEMBALIKAN LELAPKU DARI SUKMA ANTAKARMA
PESTA YANG TELAH BERAKHIR
ADA AKU TERPAKU DIBUAI PILU
MERINDU PADA BAYANG PURBA ITU

LELAH RASA RATAPAN HEMPAS TIRAIKU
BUIH KIDUNG TAK LAGI PUTIH
BAYU MEMBISU TERPAUT DISIMAK DEDURIAN
HATIKU ELAH IRINGI DUKA-DUKA MASA LALU

AKU TAK INGIN TERUS TERPAUT
DALAM MERAH HITAMNYA HARI
LANGKAHPUN KUKAWAL
DALAM PANAS, DEBU DAN BATU
MENCARI PERCIKAN AIR DI TELAGA BENING
AKU COBA TERSENYUM, WALAU BAYU MERINTIH DUKA

TAK KAN KUBIARKAN KALI-KALI KECIL MENGALIR DARI SUMBERNYA
KARENA HATI KAN SEMAKIN TANDUS DAN GERSANG
TANGIS BUKAN SIMPONI YANG SELALU MERDU

Balada Putri Pasundan


Di atas persada,
Rembulan tampak bening
Angin semilir menegakkan deritaku
Kenapa ini mesti merenggut hati
Malampun menyapa cahya sukmaku
Buramkan jejak kaki kakuku
Ketika tenaga terkuras aus
Menantang di karang kepedihan
Imbangi simbahan duka nestapa
Tuhan!!!!
Tuntunlah langkah gemetarku
Tuk mendaki dataran kedamaian

Goyang bunga diterpa angin
Dendangkan balada kepedihan
Tuhan!!!!!
Tolong simpan senyum hambarku
Yang tak ingin kuraih kembali
Embun menetes basahi sukma ini
Biarkan tangis ini

Renyai dini menepis dahaga
Kerongkongan tersekat perih
Kala kutatap bayang masa lalu
Mungkin masih ada sisa tawa terselip dibibirku
Rambut melecut mega
Aku menangis
Kau dengar dendang piluku

Kurenungi diri
Di sini tercipta nestapa
Dari hati putri Pasundan
Aliri susut tali jasmani

Gerimis menepis
Kering telaga genangan air mata
Ranting-ranting berderak runtuh
Terlena murni darah merahku
Tak terkikis karena luka

Untukmu

Puisi Persembahan buat kekasihku

Yang tersudut disela-sela kesunyian
hampa menyengat, sepi berkepanjangan
aku terduduk hampir bersimpuh

Kau diam-diam hadir menyelinap
mengusik kisi-kisi hatiku
aku terpaku............,
kau ulurkan jemarimu
kau raih diriku
kau bawa dalam dekapmu, sekejap
aku yang merindu terbuai

Kala mataku terbuka
aku tersentak, kucari dirimu
kau tiada nampak
ach!
aku linglung
mungkin ini hanya hayalku.

Yang selalu menyatu



Puisi Persembahan buat kekasihku

Kita terpisah oleh lautan
tapi,
dengan langit bertemu kembali

Bila di tepi pantai kau berdiri menatap air
bayangkanlah aku
ingatlah aku juga sendiri
menitikkan air mata bunga persahabatan

Sewaktu-waktu pandanglah langit nirwana
bayangkan aku di sini
sunyi, sendiri
meski berdiri di bawah langit yang sama

Lewat suara kita bertemu
melepas seluruh rindu
seperti ombak mengukir batu
kita jalani berdua
berkencan, berkelana
sampai fajar merekah

Kaulah




Puisi Persembahan buat kekasihku.

Kaulah tamu yang datang tak terbatas waktu
berjalan dalam setiap langkahku
dari hari ke hari, musim ke musim
menawarkan kedamaian
yang tertanam sekian lama, sekian perjalanan

Kaulah yang penuh kasih
mengalunkan melodi untukku
membawaku melangkah
tinggalkan kekelaman
kau tuntun hidup dan kehidupanku

Kaulah yang menyulutkan api dalam mataku
sehingga cahyanya menerbitkan kembali
mataku yang hampir tenggelam

Kaulah warna malam yang datang dengan kedamaian
kaulah bisik-bisik jiwaku yang bangkit karena cinta
yang tak kunjung hilang
menembus kegelapan bersama
aku menggapaimu, kaulah kekasihku.

Segenggam doa




Di fajar ketika dini hari
kusadari asa lama tertinggal
kutafakur menggenggam tasbih
kuuraikan kebesaran'Mu
dan kusebut nama'Mu. Ya Allah

Simpuhku masih satu
Jiwakupun menyatu
Kuingin cahya'Mu pada jalanku
yang kini terasa samar

Bersama sholawat yang lantang membentur mimpi
mengisi hati, kumohon petunjuk'Mu Ya Rabb
atas peristiwaku, gundahku
atas rasa yang ada

Kau sadarkan aku akan hari yang baru
suara kasihmu membentur sukmaku
memukul -mukul indraku, memantulkan
kiasan-kiasan kebesaran Illahi

Kutelusuri butiran mutiara yang kau tanam,
kukumpulkan, kusimak arti semua itu
mataku terbuka
dosa tiada luput dari hidupku
sedangkan sujudku tiada henti

AIR MATA PERTIWI


Negeri nan permai,
Birumu laut kutatap berseri
Camarmu riang menggoda hati
Hijau gunung-gunung tebar asri aroma pertiwi
Pahlawan-pahlawan pembela bakti,
meramu darah dan daging jadi negeri nan indah

Getar nada mulai mengalun bagaikan irama gundah
elok nan tragis menampar resah
desah pilu nampak merdu
Himne Pertiwi meremang sudah
Tercecer di batu-batu
Tersumbat kemunafikan
Aus oleh gesekan nafsu

Ambisi, diskriminasi, iri, dengki
telah menyumbat kebajikan
Sejarah pahit mewarnai negeri ini
Lihatlah!
Wahai!
Sejenak saja,

Insan tak berdosa menjadi korban kelaliman
Bujur jenazah tak berdaya
Duka nestapa insane biasa
Tangis lapar nada tifa
Rintih kepedihan,
Ironis,
Tak berdaya,

Kegelisahan bagaikan burung-burung migrasi
membenturkan diri ke menara api,
pada malam-malam badai,
kelembutanmu semacam topan
tak tampak, terselubung angin rebut
dalam saat tenangnya yang langka
oh, sungguh!

Tarianmu kian gemulai
menari di bilik resah
lalu,
apa yang bias kucerna dari arti Kemerdekaan.
Karna yang tampak hanyalah
Kelaparan, kemiskinan, kekerasan, kemunafikan

Tak perlu dijelaskan lagi
Yang kulihat lebih jelas dari penjelasan apapun.
Lalu kapan bisa kunikmati manisnya Kemerdekaan.

SALAM TERAKHIR KAMI


Didedikasikan Kepada - Bapak Haji Soeharto
Mantan Presiden Republik Indonesia

  
Dari jauh kau datang membawa kisah
Tentang sebuah halaman yang pernah menjadi cita-cita kita.
Lahan-lahan tandus kau jelma jadi ladang-ladang berbunga.
Ratap merapat diujung tawa para petani.

Ketika anugerah nafas ku hidup
Bumi pertiwi menebarkan udara terbuka
Mewarnai kebebasan demi kebebasan
Alam dan lingkungan bebas polusi
Inilah kehadiran pertama saat mataku terbuka

Engkau sebutkan tentang kemerdekaan dengan peluh tanpa keluh
Dan mengembara di tanah air ini
Bahkan dengan kemerdekaan  kita meraih harapan

Kau menjaga langit agar senantiasa biru menaungi siapa dan apapun
Merayakan hak dengan daun-daun kesederhanaan
Seluruhnya biarlah memetik kedamaian
dari pohon-pohon keadilan yang rimbun
Dengan peradaban-peradabannya

Tak ada lagi kebodohan itu,
ketertindasan itu, kemelaratan itu,
korupsi itu, birokrasi itu,
petinggi itu, jelata itu atau kenaikan ini dan itu

Hingga badai itu menenggelamkan wajah bijaksanamu
Menyeretmu berlalu dari mataku
gerak dedaunan bernyanyi lemah dikepung angin basah
diantara ulet resah
air matamu pun patah
kutau dukamu nan sarat
makam Ibu Tin masih merah

Saat kau tiada daya
Kaupun harus terkulai dikeringnya tanah
Sedang kerinduan adalah mata pisau yang kerap kau asah
Di tiap harapan

Anginpun menghempaskan debu di dadamu
Hujanpun terlalu sinis menyapamu, menudingmu
Oh…..sungguh
Hidup ini memang lucu
Tapi terkadang angin dan hujan menumbangkan bunga
Yang tak layu
Diantara ranting jiwa.
Diantara batas cakrawala
Aku menanti …. Rindu ….. Cinta ……. Keabadian.

Lalu apa yang kudapat setelah kau tenggelam?
Tiada yang lebih baik dari saat kau ada.
Bumi Pertiwi makin menangis

Kini, Taburkan bunga,
Taburkan bunga mawar merah di istana giri bangun
Taburkan bunga kemenanganmu, ketabahanmu, kearifanmu
Dimana darah kita tumpah karena duka

Taburkan bunga mawar penuh doa-doa
Kemudian berdirilah bertafakur sejenak
Untuk mengingat, Mengenang,
memanggil kenangan-kenangan
 yang telah dihadirkannya berabad-abad

Aku mengharap senyummu terkulum manis
saat kau menghadap Ilahi
Ketabahanmu setinggi gunung
Kesabaranmu sungguh agung
Kaulah Bapak Kami
Semoga kau tenang di sana
Salam teramat kasih dari kami
Yang pernah kauberi manis getirnya kehidupan.

DERITA RAKYAT RENCONG ADALAH DUKA RAKYAT INDONESIA



Puisi ini pernah dijadikan Referensi Lomba Baca Puisi Piala Walikota
 Se Denpasar 
Bulan Nopember 2006 Tingkat SD, SMP,SMA & UMUM.


Anak-anak negeri  kawan sejati di Tanah Rencong,
Minggu pagi nan berkabut, 26 Desember 2004
Kau kisahkan pada kami di seluruh tanah air
tentang gempa maha dahsyat
hadirnya tsunami,
yang menghancur luluhkan Nangroe Aceh Darussalam.
Tangis yang memanjangkan kepedihan
duka yang berlarut menghanyut dalam trauma setiap jiwa
air mata dan darah membaur dalam haru
Oh pedih …………….. pedih!
Mereka menjerit …….. berlari …….. berlari ……… berlari

Tanah Rencong nan permai,
dalam seketika kemegahanmu sirna
gedung-gedung megah hanya tinggal puing-puing
ratusan ribu penduduk kehilangan harta benda, keluarga
mayat-mayat berserakan terseret arus
Tangismu kedengar
Dukamu kurasakan

Nangroe Aceh Darussalam, Serambi Mekkah
disini pemakaman luas ditegakkan
saudara-saudara kita terkubur disini
mereka harus pasrah ……..,
Keluarga mereka terpaksa dikuburkan secara massal.

Disini mereka menerima tangan-tangan simpati
Di bawah kerlip bintang nan redup
Doa-doa putih berhamburan dari bibir-bibir gemetar penuh duka
Bibir yang ingin mencium membentuk do’a menjadi batu pecah
Di lembah hampa ini
Rahang patah dari kekuasaan-kekuasaan kami yang hilang
Di tempat pertemuan duka ini
Mata tergenang air mata
Suara-suara kepedihan menyatu angin

Anak-anak negeri sahabat sejati!
Derita rakyat Rencong adalah duka Rakyat Indonesia
Di seluruh buana berkibarlah bendera setengah tiang
Indonesia menangis lagi
Bencana besar mewarnai negeri ini

Wahai saudara-saudaraku di seluruh buana
Yang terjadi kali ini adalah sebuah peringatan
dari Tuhan yang Maha Kuasa
Kekayaan, pangkat, kekuasaan di bumi hanya sementara
Dan kekuasaan Tuhan tak kan bisa tersaingi
Jauhkan pertikaian, korupsi, manipulasi, iri dengki
Bersatulah …….. bersatulah !
Mari kita sama-sama berdoa memohon pada Tuhan
Agar negeri ini damai dan dihindarkan dari bencana.

PERJALANAN ANGAN



Puisi ini pernah dijadikan Referensi Lomba Baca Puisi Piala Walikota
 Se Denpasar 
Bulan Nopember 2006 Tingkat SD, SMP,SMA & UMUM.


Ketika ku kecil
Sering kudengar kau diibaratkan
bagaikan mutiara yang terangkai indah
membentang kemilau di belahan bumi

Dulu,
waktu aku masih suka merengek
acap kudengar cibiran telunjuk lurus kelingking berkait

Aku tak mengerti
karena kuanggap itu bersahaja
kupikir itu kata-kata jenaka

Kini akupun telah jauh melewati waktu
kurenungi kembali kejadian silam
Perjalanan angan yang panjang dan melelahkan

Aku menatap keatas
Yang kulihat wajah-wajah beringas
mengintai peluang-peluang
diraih dan dibantai

Aku menoleh ke bawah
Yang kulihat wajah-wajah ganas
siap mencabik, merobek dan mengentas
dawai-dawai damai

Kulihat sekitarku
Yang tampak wajah-wajah kuyu bersahaja
penuh harap dan damba
yang hampa,

Dimanakah kau
wahai untaian permata nan indah
Larutkah kau dalam buaian
Sirnakah kau dalam pelukan
kepalsuan yang berkepanjangan
yang melanda negeri.

SABDA SUCI BAGIMU PERTIWI



Puisi ini pernah dijadikan Referensi Lomba Baca Puisi Piala Walikota
 Se Denpasar 
Bulan Nopember 2006 Tingkat SD, SMP,SMA & UMUM.

Diiringi semilir angin yang berdesir
Kukirimkan sabda suci buatmu negeri ini
Buat muara-muara mimpi manusia
Mimpi yang damai
Mimpi yang tersepi

Takdir terlimpah tumpah di atas kita
Jadikan negeri punya berita
Punya mata
Terlepas dari petaka

Dari langitmu kelabu,Kubaca kegundahan pertiwi
Terasa, dalam dekap bekap kepedihan
Gema itu melagukan nyanyian duka
menyirami Kuta Bali, lahirkan pesta kembang api
Inilah duka Rakyat Bali

Dari bisikan angin, kutangkap senandungmu di Jakarta
memantul bergantian ke kota-kota lain di belahan gurun
Senandung yang membendung tangis,
duka dan air mata,
Inilah duka yang selalu terlahir menggema di setiap kota

Irama awan membawa genangan air mata pertiwi
Diiringi tarian tsunami meliuk kencang di Banda Aceh
Manusia bagai selancar yang dipermainkan arus
Menyatu dalam kepingan………… sampah …………………..darah
……….. lumpur ………..bangkai ………. dan …….. dan ……………..dan

Sementara kita masih dibelenggu oleh sihir-sihir tentang demokrasi
Kebebasan dan pertumbuhan yang berbelit belit
Ibarat membentuk permainan ular tangga

Tangis pertiwi tiada bias ditepis
Makin melapis, mengairi seluruh muara hati
Apalagikah yang bias dibangun,
Bangkitpun tiada arti

Kutatap cermin dari hari-hari kemarin
Indahmu negeriku
Hamparan sawah nan hijau

Maafkan aku,
Yang hanya bias melihat linangan air matamu
Tanpa mampu menghapus tangismu
Karena aku hanyalah,
Semut yang menguntin jatuhnya baying-bayang perdamaian

Seandainya aku punya kain sulaman surga
Berbisiklah cahaya indah keemasan
Kain sulaman nan indah
Yang biru dan yang kemilau
Akan kugelar di bawah kakimu pertiwi

Tapi,
Aku hanya punya mimpi,
Telah kugelar mimpiku di bawah kakimu
Damai dan tenanglah negeri ini