Malam telah lama jatuh di permukaan...
Hembusan angin malam demikian dingin...
Namun...tak sedingin hati ini.
Kedinginan yang membekukan segenap perasaan yang kupunya...
Sementara aku masih terus mengkais sisa-sisa damai yang ada.
Di sini, ketika sepi datang menjengukku, ketika lara menabur hati, ketika duka datang kembali dan damaipun pergi menjauh.
Aku tak tau lagi...sampai di mana batas perjalanan ini.
Jalan yang berliku membuat aku tersesat dan menghilang di telan waktu.
Apakah yang selama ini terluput? Tanyaku dalam diri. Hingga aku harus kembali pada jalan yang sama tanpa hasil yang nyata.
Hatiku diam-diam menangis, menjerit...saat kusadari asa telah lama tertinggal.
Aku hanya jadi korban untuk sebuah REALYTA.
Betapa sesungguhnya aku tak ingin menangis untuk sebuah REALYTA.
Betapa sesungguhnya aku ingin kembali pada masa indah di sisi orang-orang yang kukasihi, masa sejuta ceria bersama Ayah dan Bunda.
Namun....
Keadaan mencampakkan aku, membuangku pada kedukaan...pada lara yang teramat menyiksa bathin....pada luka yang panjang.
Aku menangis!
Aku ingin menjerit keras-keras, agar beban bathinku sedikit ringan.
Semua itu hanyalah sia-sia. Tak mampu mengurangi beban duka di bathinku.
Ya Allah! Yang selalu ada di hatiku....
Kembali kuserahkan semua ini pada'MU...
Hanya pada'MU kucurahkan segalanya....dalam sujud-sujudku...
sungguh! aku tak kuat menerima ini semua tanpa kekuatan dari Engkau Ya Illahi kekasihku yang abadi.
Keheningan menyadarkan aku...bahwa aku kini sendiri.
Gelap dan gelap...hanya itu yang ada pada hari-hariku.
Tetes-tetes kepedihan selalu membasahi hatiku yang belum sembuh.
Mengapa lara selalu hadir getarkan kalbu...
Sementara luka dan air mata terus menghiasi hari-hariku.
Betapa cinta dan kehidupan selalu menyakitkan.
Ia datang dengan senyuman tawarkan kedamaian.
dan berlalu tanpa pesan tinggalkan duka yang dalam...menyakitkan.
Ya Tuhan!
Kusimak arti hidup dan kehidupan yang telah kulalui.
walau penuh duka, luka dan air mata.
Semoga semua ini hanya kutemukan di dunia yang fana ini, yang penuh kemunafikan.
Semoga di akhirat nanti kau berikan aku kehidupan yang damai, senyuman yang terindah.
Tuntunlah hidup hamba'MU ini...yang lemah...yang penuh duka dan nista...yang rapuh...yang nista di hadapan Engkau.
Karena kusadari, hanya tangan kasih'MU Tuhan...yang bisa menuntunku pada kedamaian dan kebenaran.
Jadikanlah aku hamba'MU yang Saleh, Ikhlas, Sabar, selalu dekat dengan'MU...
Hanya pada'MU Tuhan kupasrahkan Hidup dan Kehidupanku.
##Terimakasih padamu kekasih jiwaku
yang telah hadir mewarnai hidupku
dengan semangat dan keindahan cintamu.
masa laluku telah terkubur karena cintamu##
0 komentar:
Posting Komentar