sekat menyumbat kerongkongan
Lirih pedih menyatu diam
keheningan tampak kian kelam
Kureguk paksa sisa hari
dari ribuan kekelaman
warna yang kubenci belum jua tenggelam
muram menampar gelisah resah
Dari matamu kau pantul kesejukan
sebagai penawar deritaku
masih saja ada bayang membentang kejang
menyumbat langkah
Jeritku kian pedih
getas, gamang, menggenang
Enyahlah kau duhai Trauma jiwa
biarkan kutapaki sisa hari
Embun yang kau sembur dari kehadiranmu kini
adalah keindahan tersaji
namun,
langit hati ini
jiwa yang kembara letih
masih saja memuram kabut
Nada yang kau lantunkan iringi titian bahagia
masih saja kidung duka
mengapit di sela lantunannya
Jiwa yang kembara letih
meronta mendobrak trauma
sekian lama,
sekian perjalanan
menyiksa diri kian dalam
Ingin kuberjalan
nikmati detak detik waktu
dengan senyum tanpa polesan
Oh hati yang terkoyak
bebaslah,
dari belenggu bayang purba nan luka
yang masih menyiksa
mengganjal langkah

0 komentar:
Posting Komentar