Telanjang dengan suara nadi mengolah beban
demi harapan
tuk tinggalkan kenangan
Di kamar kemarau hitam
langkah panjang menepis legam
aku duduk sendiri
merenungi diri
masih sanggupkah aku bertahan
masih adakah penderitaan yang lebih menderita
Serasa hidup dalam gempa bergelora
seperti tangisan ombak di kelam sunyi
samudrapun sampai dikepala gunung
derita tergetar bersama kalbu
bisik bayu tertahan tuk berdoa
di sini kutumpahkan air mata
dari segala sesak menerpa jiwa
##Masa lalu yang telah terkubur
karena kehadiran cintamu yang indah ini##

0 komentar:
Posting Komentar