rapuh sudah tegak perwira
kemuning bertebar aroma rasa
kecamuk gelora tertuang di dada
Senja kemilau merah membara
pernah berlabuh untaian derita
bilakah gerhana kan melebur
agar sang tawa renyah bersuka
Pedih dan perih tak terhitung sudah
silih berganti bertukar rasa
dari kejauhan senyum menggoda
ratapan masih tersisa
Bibir kelu terkatup derita
walau cahaya menerpa jiwa
pasti kutemui jua
Cinta nan Agung

0 komentar:
Posting Komentar