terkapar diam di rimbun derita
mampukah aku medeprak dinding batu
yang bertahun-tahun mengekang
kukuh tubuh ini
Matahari tak mampu terangi jiwa
Rembulan datangkan tangis kepedihan
waktu merambah kian menyiksa
detak detik jarum jam
seakan siksaan, getas
Duhai Tuhan,
masih adakah derita lagi di esok hari
sedang, kinipun pedih kulewati
Berkali kubasuh muka
masih saja tampak kisah duka
ingin kupejam mata ini
kupalingkan semua kisah resah
##Kini kau telah hadir menghapus laraku,
bersamamu selamanya dalam cinta yang indah##

0 komentar:
Posting Komentar