Sepanjang sejarah kehidupanku...
baru kali ini luapan perasaan terdengar...
begitu penuh kenyerian...
letusan dari seluruh perasaan yang tertekan...
lama sudah...! Luapan suara itu diam dan tak mampu bersuara lagi...
suasana yang mencekam perasaan tak enak lagi terasa...
dan aku tak kuasa lagi menahan semua suasana pahit yang terus menerus datang dan datang lagi.
Kucoba menguraikan suasana yang mencekam perasaan...
Ingin kubuang rasa emosi...
Ingin kusingkap rasa kecewa...
dan hadapi kenyataan seberat apapun jua...
namun bisakah pikiranku terbuka....
Kutak tau lagi bagaimana aku harus menyemai harapan.
Hanya kegagalan yang selalu kurasakan
Hanya kekecewaan ang selalu kulukiskan
Bersama gelisah yang setia menemani
Bersama lara yang tak kunjung usai
Kenyataan pahit memang harus kuhadapi, dimana aku harus bisa menerima takdir yang ada
Kucoba hadapi kesulitan...sekuat yang mampu kulakukan...
namun...pikiranku semakin kalut...aku menangis,
menangis untuk kebodohanku....menangis untuk ketakberdayaan dan kerapuhanku...
Kenyataan yang ada membuatku terpukul...bathinku tersiksa.
Wajah cerahku hilang entah ke mana...
Yang tampak hanyalah rona murung adn lesu...penuh kenyerian.
Ada hal yang tak mampu kumengerti...
Mengapa semua ini harus terjadi padaku...
Mengapa garis nasib yang kualami demikian getir...
Keadaan kembali membawaku pada kepedihan
Keheningan terus menyelimuti diriku...
Bersama sejuta tanda tanya dalam kalbu...
dalam kesangsianku...dalam ketidakpastian...
dalam belenggu jiwa yang sarat...
dalam penantian kedamaian yang suci.
Aku tak tau lagi bagaimana seharusnya kuhadapi perasaan ini...
Aku tak dapat menguasai diriku sendiri...
Serasa aku tak mampu hadapi kenyataan ini...
kenyerian semakin mencekam kalbu...
bersama gelisah resahku
Mengapa embun tak lagi hadir tuk menyejukkan kegersangan sukma
sementara rinai hujan ciptakan air mata nan menyiksa...
kedamaian hilang ditelan waktu
seakan terbang terhembus angin
dan hanyut dalam banjir mengerikan
Kini aku sendiri...
merambah hari-hari dukaku...
menelusuri gelapnyakehidupanku
sunyi...sepi...lara...
tanpa cahaya...
tanpa nada...
tanpa soneta...
tanpa kedamaian...
Dalam jemari penyerahanku
Melewati waktu di bilik luka terdalam
Terselubung dalam tabir kesenduanku
##Kau telah hadir mengubur semua laraku,
begitu indah cintamu penuh kejujuran##

0 komentar:
Posting Komentar