IA YANG DATANG KEMUDIAN
Ia yang datang kemudian ialah gaib suara
yang berkata, tak jua kusahut getar jantungnya
bangkit dari gurun panas
bergema panjang di urat nafas
membakar jantungku, memadamkan gejolak
Ia yang datang kemudian diam memandang
menyusut rahasia semesta, tanda-tanda kerinduan
di urat nadi terasing
membaca isyarat-isyarat
Ia datang membakar kalbuku
memadamkan seluruh tawaku
dari cahaya Illahi yang panjang
ia datang mengurai bayang-bayang
Dalam gelap, yang mengulur tangan ialah senyap
Tak jua kusahut gemetar jantung
karena bersama hembusan angin
ia terus memanggil-manggil
ialah gaib suaraku dalam kalbu
ialah gaib suara dalam kehampaanku
Ia yang datang kemudian diam memukau
menaburkan kegalauan dalam kalbu nan sendu
membawaku membaur pada kehampaan
mengejar bayang-bayang semu
menelusuri mimpi-mimpi
ialah galau sukmaku dalam haru
0 komentar:
Posting Komentar