mata terbuka, tangis tersambut tawa
air susu aliri tubuh
nafas doa mengalun bersimbah meluruh
Darah terpasung ayat-ayat Illahi
Lahir berkawal fitrah tersaji
Langkah membentur perjalanan
Seakan buram di kegamangan
Kebimbangan mengurai peristiwa
Belatung meranggas kesenjangan
Dunia menikam berkali-kali
merubah bentuk, menggigit ruas-ruas hati
Kujumlah letih yang memanjang pandang
garis nasib kejam membentang
terjerat pada duka luka menyapa
air mata aus di riak pengasingan
Berkali kubasuh debu
masih saja sekat mengikat kalbu
aku terjerat pada keindahan semu
luka membentur memburu
Jika dapat kuputar waktu
Lahirkan aku kembali!
sebagai putri terkasih
dan tak kau sisih.
## Bunda.... maafku yang tak terhingga, aku mencintai dan merindukanmu ##

0 komentar:
Posting Komentar