Se Denpasar
Ketika ku kecil
Sering kudengar kau diibaratkan
bagaikan mutiara yang terangkai indah
membentang kemilau di belahan bumi
acap kudengar cibiran telunjuk lurus kelingking berkait
karena kuanggap itu bersahaja
kupikir itu kata-kata jenaka
Kini akupun telah jauh melewati waktu
kurenungi kembali kejadian silam
Perjalanan angan yang panjang dan melelahkan
Yang kulihat wajah-wajah beringas
mengintai peluang-peluang
diraih dan dibantai
Yang kulihat wajah-wajah ganas
siap mencabik, merobek dan mengentas
dawai-dawai damai
Yang tampak wajah-wajah kuyu bersahaja
penuh harap dan damba
yang hampa,
Dimanakah kau
wahai untaian permata nan indah
Larutkah kau dalam buaian
Sirnakah kau dalam pelukan
kepalsuan yang berkepanjangan
yang melanda negeri.

0 komentar:
Posting Komentar